Kamis, 19 April 2012

Suzuki Skywave 125 test drive

Suzuki Skywave, motor CVT yang dikeluarkan dari pabrik Suzuki pada tahun 2008 ini, telah menjadi seorang bapak dari Suzuki Hayate baru. Para Hayate riders seharusnya bangga akan bapaknya yang menularkan sisi elegannya. Penasaran? Kita ulas satu persatu

Mesin
Skywave memiliki 124cc bertenaga 9,6 ps cukup membuat motor ini melaju dari 0-60 dalam 7,1 detik dan terus sampai 99 km/h. Mesinnya digolongkan boros, hanya 35 km/l. Jika berhati-hati, 40 km/l. Torsinya juga tidak terlalu besar. Banyak yang mengeluh tentang akselerasinya yang tidak spontan, mengapa? Karena, motor ini didesain untuk pria yang suka berkelana. Akselerasinya halus seperti layaknya motor-motor jarak jauh atau GT. Mesin ini cukup cepat menyesuaikan kondisi berdasarkan oli atau bahan bakar yang digunakan. Saya merekomendasikan untuk menggunakan bahan bakar beroktan 92 atau 95 seperti Pertamax atau V-Power. Untuk oli, saya merekomendasikan 10W/40 seperti Repsol Multivalvulas atau Castrol Magnatec untuk performa terbaik. Tapi jika jaminan yang anda cari, pakai SGO 4T.

Kenyamanan Berkendara
Skywave mengenalkan sistem Dual Telescopic Coil Spring di belakang pada motor matic lainnya (biasanya cuma satu) untuk meredam kejut lebih efektif. Tak hanya itu, ban yang diaplikasikan lebih besar daripada motor matic yang lain.

Handling
Motor ini adalah juaranya. Berkat dual telescopic, wheelbase yang cukup panjang dan ban belakang yang cukup gemuk membuat Skywave sangat mencengkram saat berbelok. It's so grippy. Wheelbase yang panjang tidak mempengaruhi secara aktif radius putaran saat berputar arah.

Kelebihan
Motor ini memiliki daya tampung bagasi sebesar 17 L, cukup untuk helm fullface. Tak hanya itu, storage di bagian stang cukup untuk segelas kopi dan gembok. Gantungan stang juga cukup membawa belanjaan kurang dari 75 cm tingginya.

Selain kapasitas kargo yang besar, skutik ini luar biasa handal. Saya coba beberapa tes dari mengerem secara mendadak, mengerem di bebatuan sampai melewati jalan rusak bahkan drifting. Saya sudah 2 kali drifting dengan motor ini berkat rem belakang yang cepat dingin dan basah. Yang pertama kali saya menghindar dari kemacetan satu jalur (di lajur kiri) dan jalan lumayan berkelok dan mengerem (belakang). Spontan ekor kearah luar dan setang kanan (saat itu belok kekiri), lalu stabilkan. (Don't try this at your residential area).

Kekurangan
Saya mengakui adanya kekurangan dari skutik ini. Pertama, jika anda seorang business-man, jangan harap laptop Dell yang mahal milik anda bisa masuk ke bagasi. Karena bagasi skutik ini didesain seperti helm (Vaio saya saja hampir patah ujungnya karena dipaksa, akhirnya digantung dipinggiran. Kedua mesinnya berisik. Jika digeber, tiga-empat puluh rumah bangun semua isinya (sampai saya ditegur). Ketiga akses ke mesin terlalu kecil dan sparepart terlalu mahal. Motor ini pernah dipakai untuk mengantar paket ke JNE (pembantu saya yang pakai). Pas saya pulang lampu dan fender kiri sudah babak belur. Saya minta testimoninya, katanya dia "dijatuhkan oleh pesepeda motor mabuk." Habis kantong bapak saya (karena itu masih miliknya secara de jure, milik saya dan bapak saya secara de facto) sebesar sekitar setengah juta hanya untuk lampu dan fender. Akhirnya beberapa bulan setelah kejadian, ibu saya memberi tahu saya bahwa motor itu menabrak mobil boks (saya asumsikan mobil boks JNE) dan pembantu saya lari kerumah dan menutupinya. (Selama seminggu mencari kebenaran, terkuak juga. Jika dijatuhkan, bagian samping depan dan body samping yang babak belur, bukan lampu)

Itulah dia ulasan tentang Suzuki Skywave. Minat membeli? anda hanya pergi ke dealer suzuki dan membeli Hayate, itulah yang tersisa dari Skywave.